Catatan : Lakeba Resort, Mimpi Baru…
Bumi Kesultanan Buton yang kini menjadi pusat pemerintahan Kota Baubau setelah mekar dari Kabupaten Buton delapan tahun silam (otonom 17 Oktober 2001), memang sangat kaya akan objek wisata menarik.Ketika wisatawan bosan menikmati wisata sejarah di Benteng Keraton Buton dengan berbagai keunikan dan sejumlah bukti sejarah di dalamnya atau Bukit Kolema dan Pantai Kamali yang menawarkan keindahan alam menakjubkan, di bagian lain kota tersebut terdapat Pantai Lakeba yang bisa menghilangkan kejenuhan.
Selain panorama alam pantai disertai tiupan angin sepoi-sepoi yang begitu segar menerpa tubuh, pengunjung juga dapat menikmati keindahan alam bawah laut yang tidak kalah menarik dibanding dengan tempat-tempat diving (menyelam) di belahan dunia mana pun di jagat raya ini. Formasi terumbu karang berbagai jenis di alam bawah laut pantai tersebut yang begitu indah, menjadi daya pikat bagi penyelam untuk berlama-lama menelusuri lekuk-lekuk terumbu karang dan bercengkarama dengan berbagai jenis ikan, termasuk biota laut lainnya.
Makanya, tidak heran kalau Jesica Iskandar, bintang senetron yang pernah syuting film berjudul Memory of Buton Raya di kawasan Pantai Lakeba, akhir Oktober tahun lalu kembali berwisata dan menyelam di alam bawah laut pantai tersebut.
Pantai Lakeba membujur dari utara ke selatan dengan panjang kurang lebih satu kilometer. Menjangkau pantai tersebut dengan kendaraan roda empat maupun roda dua dari Kota Baubau, hanya butuh waktu kurang lebih 30 menit. Sepanjang pantai berpasir putih itu ditumbuhi tanaman kelapa milik warga Sulaa dan Katobengke, dua kelurahan terdekat dalam wilayah Kota Baubau.
Tepat di ujung pantai bagian utara terdapat tebing tinggi. Masyarakat setempat menyebut tebing tersebut dengan nama Batu Buti. Konon, nama Batu Buti dipopulerkan nelayan asal Kepulauan Tukang Besi (kini Wakatobi). Dalam bahasa masyarakat Wakatobi, Batu Buti artinya batu jatuh dari tebing. Bekas batu yang lepas dari dinding tebing dan jatuh ke bagian pantai yang curam itu hingga kini masih tampak jelas.
Hanya beberapa meter dari bukit tersebut terdapat sebuah makam tua, makam Betoambari. Dalam sejarah Kesultanan Buton, Betoambari dikenal sebagai salah satu petinggi Kerajaan Buton yang dipercaya menjaga keamanan wilayah Pantai Pulau Buton. Pada masa lampau, Pantai Lakeba menjadi pangkalan perahu milik para nelayan Sulaa dan Katobengke. Tidak jarang nelayan yang hendak melaut bermalam di pantai tersebut jika cuaca di laut sedang tidak bersahabat.
Jika berada di Pantai Lakeba pada malam hari, pengunjung dapat melihat dengan jelas aktivitas para nelayan, terutama nelayan Pulau Kadatua dan sekitarnya sedang menangkap ikan. Lampu-lampu petromaks milik nelayan menjadi pemandangan amat menyenangkan. Demikian pula di siang hari, kita dapat melihat sejumlah kapal pelayaran rakyat termasuk kapal milik PT Pelni, keluar-masuk Pelabuhan Murhum Baubau. Di saat sang surya akan kembali ke peraduannya, kita dapat menyaksikan pemandangan berupa matahari terbenam (sunset) yang sangat indah.
Hiburan dan Restoran
Setelah puas memanjakan diri di hamparan pasir putih di sepanjang pantai atau berenang bebas menikmati segarnya air pantai nan jernih atau menyelam di alam bawah laut, pengunjung dapat menikmati berbagai jenis menu makanan. Ikan bakar rica-rica, ikan goreng lalapan, ayam goreng lalapan, kepiting rebus, udang goreng, cumi-cumi goreng, sea food hingga sayur cap cay, cukup tersedia di retoran pantai tersebut.
Demikian pula dengan minuman segar pelepas dahaga, restoran pantai ini antara lain menyajikan jus avokat, apel, tomat, wortel, es jeruk, serta es kelapa muda. Bagi Anda pencandu kopi atau teh hangat, tidak perlu khawatir, karena di tempat ini juga tersedia jenis minuman lain yang banyak digemari berbagai kalangan.
Sebagai tempat duduk untuk menyantap atau menikmati minuman segar, pengelola restoran menyediakan cottage-cottage terbuka di sepanjang pantai. Selain itu, juga tersedia ruang utama restoran yang dibuat setengah terbuka. Jika pengunjung datang berombongan atau dalam jumlah banyak, sangat cocok menggunakan ruang utama tersebut. Sambil menyatap makanan kesukaan, pengunjung dapat menikmati musik karaoke. Mereka yang suka berkaraoke dapat ikut menyanyikan lagu-lagu yang mereka sukai.
Pada salah satu bagian ujung ruang utama restoran terdapat meja biliar. Pengelola restoran menyediakan ruang tersebut untuk memenuhi kebutuhan pengunjung yang hobi bermain biliar. “Berkunjung di Pantai Lakeba beda dengan tempat wisata lain di daerah mana pun. Lakeba benar-benar memberikan banyak kepuasan. Selain bisa memanjakan diri dengan suasana alam, kita juga bisa menghibur diri dengan berbagai hiburan,” tutur Abdul Hamid, warga Kota Baubau yang biasa menghabiskan liburan bersama keluarga di Pantai Lakeba.
“Kita bisa berkaroke, main biliar atau main jet ski. Itu yang membedakan dengan tempat-tempat wisata lain,” ujar Hamid. Apa yang diungkapkan Hamid agaknya memang tidak berlebihan. Di sepanjang jalan menuju pantai tersebut terdapat beberapa tempat karaoke dan kafe yang mulai buka pada sore hingga tengah malam, bahkan ada yang buka hingga dini hari. Bagi Anda yang suka hiburan malam dan berkaraoke, tinggal memilih tempat yang Anda inginkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar